Implementasi Teknologi Komunikasi (PERTEKOM)

Posted: 02/06/2011 in Pertekom

(PENERAPAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI)

Penerapan teknologi komunikasi ditentukan oleh sejauhmana teknologi komunikasi mampu membuka akses pada berbagai pelayanan dan jaringan informasi.
Telekomunikasi berasal dari kata Tele = jauh dan komunikasi = hubungan. Jadi Telekomunikasi berarti hubungan melalui jarak jauh.

I. PROSES PENERAPAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI

Proses implementasi (penerapan) teknologi komunikasi merujuk pada model inovasi dalam buku “communication Tecnology “, The New Media in Society diperkenalkan oleh Everett M.Rogers.

Terdapat 2 tahapan dalam proses penerapan teknologi komunikasi, yaitu :
A. Tahapan inisiasi, usaha untuk mengumpulkan informasi tentang teknologi komunikasi, memahami dengan seksama dan merencenakannya untuk mengadopsinya.

Terdapat dua tingkatan, yaitu :
1. Tingkatan Agenda-Setting, yaitu munculnya ide untuk mengadopsi teknologi komunikasi demi menyelesaikan permasalahan informasi yang muncul.
2. Tingkatan Matching, yaitu kecocokan teknologi komunikasi yang diperlukan dan kemampuan untuk mengadopsinya.
Apabila nilai kedua tingkat inisiasi ini positif, timbullah keinginan untuk mengadopsi teknologi komunikasi yang diinginkan

B. Tahapan implementasi, seluruh kegiatan yang dilakukan untuk menggunakan teknologi komunikasi yang di inginkan

Terdapat tiga tingkatan, yaitu :
1. Tingkatan redefining, mengatur, menyusun dan memodifikasi struktur organisasi (bagi sebuah lembaga) atau mental serta kebiasaan (bagi individu) untuk keperluan teknologi komunikasi yang diinginkan
2. Tingkatan clarifying, meyakinkan pada semua anggota (bagi sebuah lembaga) atau diri sendiri (bagi individu) tentang sejarah teknologi komunikasi, sehingga tidak lagi menjadi sesuatu yang asing.
3. Tingkatan routinizing, teknologi komunikasi sudah dapat diketahui secara jelas dan menjadi bagian dari infrastruktur (pondasi/tata letak) sebuah organisasi (bagi lembaga) atau sebagai pelengkap bagi kehidupan individu

II. PERSPEKTIF TENTANG PENERAPAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI.

Suatu organisasi/lembaga pengguna teknologi komunikasi memandang penerapan teknologi komunikasi sebagai :

1. Manajemen system, merupakan upaya / usaha untuk mengoptimalkan hasil dari suatu system organisasi,perubahan yang dianggap sebagai suatu proses yang turun dari atas ke atas
2. Proses birokrasi, merupakan usaha untuk mengubah kebijakan suatu lembaga, berdasarkan persepsi (opini/pendapat) manajemen puncak. Dan perubahan ditentukan pembuat dan pengambil keputusan
3. Pengembangan organisasi, merupakan usaha untuk memenuhi keinginan /harapan individu dan komunitas yang muncul /timbul akibat adanya dorongan untuk meningkatkan partisipasinya.
4. Proses tawar menawar, merupakan hasil proses tawar menawar yang pada akhirnya akan menghasilkan jalan keluar yang kompromi

Perspektif tentang penerapan teknologi komunikasi adalah :

 Teknosentrik, terciptanya suatu perubahan dan dianggap sebagai faktor yang dominan yang focus terhadap kapasitas dan tersedianya teknologi.
 Sosiosentrik, focus pada situasi social yang terdapat pada sebuah lemabaga / organisasi . contoh : isu isu social dan perubahan social.
 Konflik, tertuju pada proses pengambilan keputusan . misalnya : untuk menyelesaikan suatu konflik dibutuhkan penyelesaian dengan cara politik.
 Desain system, tertuju mulai dari teknologi , social , budaya dan politik, yang dikenal dengan sebutan “Siklus Kehidupan Sistem”.

III. PELAKU TEKNOLOGI KOMUNIKASI

Dalam rangkaian sumber, penyampaian dan penerimaan informasi ada beberapa pihak yang tersangkut dan saling tergantung satu dengan yang lainnya, yaitu :
1. Pemakai
2. Perusahaan penyedia jasa telekomunikasi
3. Produsen peralatan komunikasi
4. Badan yang mengatur/mengkoordinir seluruh kegiatan komunikasi dari segi ekonomis dan teknis dalam mengadakan peraturan, standar, harga patokan, dan lain-lain.

catatan :
 Pemakai : membutuhkan penyaluran dan penyampaian informasi yang membutuhkannya. Semakin lama semakin meningkat dalam jenis serta volumenya.

 Perusahaan penyedia jasa telekomunikasi : pemberi jasa telekomunikasi dengan kualitas dan harga yang pantas dan bertanggung jawab dalam penyampaian yang efisien,cepat dan relatif murah.
Contoh : Warung Telekomunikasi (Wartel)

 Produsen Peralatan komunikasi : perusahaan yang menghasilkan peralatan komunikasi dengan kualitas yang baik serta dapat memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat dan bervariasi.

 Badan yang mengatur : mengeluarkan peraturan dan persyaratan yang standar pelaksanaannya berdasarkan pengalaman, tingkat teknologi yang ada, perkiraan perkembangan teknologi yang dicapai oleh industri, sehingga kebutuhan dapat terpenuhi dengan ongkos yang murah.

IV. UNSUR UNSUR TEKNOLOGI KOMUNIKASI

Unsur-unsur teknologi komunikasi adalah :
 Informasi
Dapat berupa tulisan, suara, musik, gambar,dan data yang memiliki spektrum frekuensi dan bentuk-bentuk yang berbeda.
 Alat yang dipergunakan untuk meneruskan informasi
 Dengan media transmisi dan sistem modulasi.

Catatan:

Dengan cara telekomunikasi melalui media pembawa (trasmisi).
Contohnya : kabel koaksial.
Sejenis kabel utama terbuat dari tembaga yang dikeliingi oleh anyaman halus tembaga lain dan diantara kedua sisinya terdapat isolasi

Dengan cara yang sesuai
Bentuk akhir ( informasi yang diterima ) harus seserupa mungkin dengan bentuk awal ( informasi yang dikirimkan ) dan dalam batas-batas distorsi yang dapat ditolerir.

Dalam jumlah maupun kecepatan yang semakin meningkat
Artinya : lebar band yang diperlukan semakin besar dengan sistem modulasi yang baik dan berteknologi tinggi

Melalui jarak yang semakin jauh
Lokal = 10 km
Interlokal = 250 km
Internasional = 2500 km
Interkontinental = 25000km

Dengan biaya yang se-ekonomis mungkin.
Persoalan biaya sangat mempengaruhi kegunaan suatu sistem,

sehingga harus dicari titik optimal diantara cara maupun peralatan yang paling sederhana dan murah tapi dapat memaksimalkan meneruskan informasi dengan cara yang baik dan dengan cara yang mudah.
(ini berhubungan dengan 4 point pada pemakai telekomunikasi)

V. PERFORMANCE SISTEM KOMUNIKASI

Faktor-faktor yang menentukan penampilan (performance) sistem komunikasi adalah:
1. Berita (informasi) harus dapat dimengerti oleh penerima.
Maksudnya : berita atau informasi yang hendak disampaikan harus jelas dan dapat dimengerti oleh penerima informasi.

2. Karakteristik sistem komunikasi (didasarkan pada bentuk informasi apa yang hendak disampaikan).
Dibatasi karakteristik dari sumber(pengirm),media trasmisi dan penerima

3. Gangguan selama pengiriman informasi.
Gangguan (derau) dapat terjadi selama proses transmisi. Derau dapat menyebabkan informasi yang diterima dari sumber(pengirim) cacat, sehingga tidak dapat dimengerti oleh penerima

VI. METODE PENYAMPAIAN INFORMASI

Penyampaian informasi dapat dibedakan atas :

1. Komunikasi dari titik ke titik (point to point)
Informasi dari satu sumber hanya disampaikan pada satu penerima saja.
Telekomunikasi jenis ini adalah sistem telephone,yaitu komunikasi suara yang menghasilkan hubungan satu tempat dengan tempat lain dalam waktu yang hampir bersamaan walaupun dengan jarak yang sangat jauh.

Catatan:
Keuntungan point to point

a) Sifatnya dua arah, sehingga pengiriman dan penerimaan informasi dapat dilakukan pada saat yang bersamaan
b) Jaringan telephone adalah jaringan yang paling besar ,komunikasi dapat melewati negara dan waktu
c) Biaya lebih hemat dan banyaknya manfaat yang bisa diperoleh.

2. Komunikasi dari satu titik ke segala penjuru (broadcasting)
Informasi dapat diambil oleh siapapun yang membutuhkannya. Informasi dari sumber disebarluaskan ke semua penerima.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s